3 Aturan FIFA yang Jarang Diketahui oleh Banyak Orang

Share

Halo Sobat Nimo!

Masih ingat dengan assist tendangan sudut dari Trent Alexander-Arnold pada Divock Origi, yang kemudian menjadi gol keempat dari Liverpool atas Barcelona dan membuat Liverpool lolos ke Final Liga Champion? Atau ingatkah kalian dengan assist penalti Lionel Messi kepada Suarez pada lanjutan Liga Spanyol melawan Celta Vigo beberapa waktu yang lalu?

Kira-kira hal seperti ini dibenarkan oleh aturan tidak ya, Sobat Nimo? Sebab gol Origi tercipta dari tendangan sudut yang dimulai sebelum wasit meniupkan peluit, dan gol Suarez tercetak dari dari assist penalti. Oleh karena itu, kali ini, Animoku akan membahas beberapa aturan FIFA yang jarang diketahui, khusus untuk Sobat Nimo.

 

Aturan yang Mengesahkan Gol Cepat Divock Origi

Divock Origi (source: Express)

Gol keempat Liverpool ini tercipta di menit ke-79, saat sebuah tendangan sudut datang dari arah kiri pertahanan Barcelona. Kala itu, pemain Barcelona terkecoh dengan gerakan Trent yang seolah tidak akan mengambil tendangan sudut. Sebab pada saat yang sama, Shaqiri terlihat sedang menghampiri sudut tersebut. Namun pada saat itu, seorang ball boy dengan sigap segera memberikan bola cepat kepada Trent, yang langsung Trent sambut dengan assist kepada Origi yang tengah tidak dijaga. Alhasil, gol pun terjadi.

Lantas, apakah gol tersebut merupakan sebuah kesalahan? Jawabannya tidak. Sebab menurut aturan mengenai sepak pojok yang dimuat di dalam Laws of The Game FIFA Pasal 17, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. bola berada di area tendangan sudut,
  2. bola ditendang oleh tim yang sedang menyerang,
  3. bola sudah berada dalam permainan, ketika sudah ditendang keluar dari area tendangan sudut.

Sehingga, gol yang diciptakan oleh Origi bukanlah suatu pelanggaran. Ditambah lagi, tidak ada pemain yang sedang terjatuh karena cedera.

 

Aturan yang Menggugurkan Peristiwa Ball to Hand Marcos Rojo

Marcos Rojo (source: Football 5 Star)

Peristiwa ini terjadi dalam pertandingan Argentina melawan Nigeria di ajang Piala Dunia 2018. Di pertandingan tersebut, terdapat momen di mana tangan Marcos Rojo mengenai bola. Namun hal itu tak membuat wasit memberikan hadiah penalti kepada Nigeria, sehingga Nigeria pun memprotes keputusan sang wasit. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Rupanya, wasit Cuneyt Cakir melihat Rojo tidak melakukan pelanggaran hand ball. Sebab saat itu, meski bola mengenai tangan Rojo, tidak ada pergerakan tangan pada bola, yang bersifat disengaja, atau dikenal sebagai ball to hand. Karena menurut Pasal 12 Laws of The Game FIFA, sentuhan tangan pada bola dapat disebut sebagai hand ball berdasarkan kondisi:

  1. tangan secara sengaja mencoba mengubah arah bola
  2. bola datang secara tak terduga karena jarak yang sangat dekat
  3. posisi tangan

Pada peristiwa Rojo, wasit mengklaim bahwa tidak ada upaya aktif tangan sang pesepak bola dalam mengubah lajur bola, setelah melihat VAR. Oleh karena itu, Nigeria tidak diberikan penalti atas kejadian tersebut.

 

Aturan yang Mengesahkan Gol Penalti Assist Messi dan Suarez

Lionel Messi dan Luis Suarez (source: Marca)

Pada lanjutan La Liga musim 2015/2016 saat Barcelona bertemu dengan Celta Vigo, tercipta sebuah gol yang tidak biasa. Saat itu, Barcelona mendapatkan hadiah penalti dan Messi mengambil tendangan 12 pas. Namun seakan-akan Messi akan langsung mengeksekusi penalti, rupanya ia malah memberikan bola pelan yang segera disambar oleh Suarez, untuk kemudian menciptakan sebuah gol. Lantas, bagaimana hal ini dianggap sah-sah saja dalam pertandingan?

Rupanya, jika kita melihat kepada aturan FIFA, apa yang dilakuken oleh Messi dan Suarez bukanlah pelanggaran. Saat itu, Messi sebagai algojo melakukan hal benar dengan mengarahkan bola ke depan. Bola yang bergulir ke depan bisa saja langsung mengarah dengan cepat ke gawang atau menggelinding dengan tenang, yang penting, bola harus mengarah ke depan. Posisi yang diambil Suarez pun sudah benar. Saat sebelum penalti terjadi, ia berada di luar kotak penalti, meskipun setelahnya ia mulai berlari ke arah gawang untuk mencetak gol. Teknik ini ternyata pernah digunakan oleh Pires dan Henry saat berseragam Arsenal, tetapi gagal.

 

Jadi, Sobat Nimo sudah mulai paham dengan aturan-aturan FIFA yang terdengar asing ini, kan? Atau Sobat Nimo masih menganggap kejadian-kejadian di atas adalah pelanggaran?

Spesial untukmu...