Kisah Pilu Andres Escobar

Share
Escobar

Andres Escobar

Animoku – Kalah dan menang merupakan hal yang biasa dalam pertandingan. Tapi tidak jika kalian menyimak kisah berikut ini. Sebuah tragedi mengerikan dan semoga tidak akan pernah terulang kembali selamanya.

Demi menghilangkan rasa dahaga kalian terhadap kabar seputar dunia sepakbola, Animoku berhasil menelusuri jejak – jejak timnas yang berlaga di Piala Dunia tahun 1994. Berita ini dihiasi kabar tak sedap, dan menyimpan kenangan luka khususnya bagi Warga Kolombia.

Sebagai negara Amerika Latin, tak ubahnya negara – negara tetangganya, Kolombia dikenal dengan kondisinya yang relatif tidak aman lantaran kerap terjadi pembunuhan dan maraknya peredaran narkoba. Korban pun dikabarkan sering berjatuhan tanpa mengenal ampun, bahkan menimpa salah seorang pemain legendaris Timnas Mereka, Andres Escobar.

Hanya karena kesalahan biasa, nyawanya melayang secara mengenaskan. Gol bunuh diri ditengarai menjadi penyebab dirinya dihabisi. Dia tewas setelah ditembak mati oleh algojo suruhan mafia narkoba di Kolombia.

Seorang saksi mata di sekitar TKP menjelaskan pada pukul 03.30 dinihari WIB ia melihat sekelompok orang yang terdiri atas tiga orang pria bertengkar. Saksi mengaku mendengar suara pria menghina permainan Escobar. Sempat melakukan pembelaan dan berteriak meminta tolong, pria di depan Escobar menarik pelatuk senjata api dan mengarahkannya ke pemain bertahan itu,  lalu menembaknya beruntun sebanyak 12 kali menggunakan pistol kaliber 38 mm.

Peristiwa berdarah ini terjadi 2 Juli 1994 di klub malam Kolombia, tepat lima hari setelah Kolombia kalah 1-2 tipis dari Amerika Serikat di babak penyisihan grup Piala Dunia. Pihak Kepolisian meyakini motif pembunuhan itu dilatarbelakangi gol bunuh diri yang dibuat Escobar ketika menghadapi AS di Pasadena. Ketika itu Escobar gagal mengantisipasi operan terobosan lawan. Tanpa sengaja sapuan kaki kanannya justu mengirim bola masuk ke gawangnya sendiri.

Polisi berhasil melakukan investigasi dan menangkap pria bernama Humberto Castro Munoz pada malam hari pasca kejadian. Pelaku mengaku diperintah majikannya, Santiago Gallon, untuk membubuh pemain bernomor punggung dua tersebut. Pelaku dan majikan yang telah dikenal sebagai jaringan besar gembong obat-obatan terlarang itu, nekat melancarkan aksi brutalnya dengan alasan membalas kerugian besar karena kalah taruhan judi bola.

Sobat Nimo mungkin sudah tahu Kolombia merupakan Timnas berseragam utama kuning biru dan beberapa kali tampil mengejutkan di Piala Dunia, kendati masih dibawah bayang – bayang Argentina dan Brasil. Di era kekinian, kalian tentu mengenal sejumlah pemain bintang yang berasal dari negara ini. Sebut saja diantaranya James Rodriguez, Antonio Valencia, dan Striker berjuluk El Tigre; Radamel Falcao.

Setelah 25 tahun berlalu, peristiwa ini masih dikenang oleh masyarakat Kolombia, khususnya suporter Atletico Nacional, klub yang telah berjasa mengorbitkan Escobar. Setiap tahun tanggal kematiannya diperingati pendukung sepakbola dan fans Timnas Kolombia. Di tahun 2002, Pemerintah Kota Medellin, kota kelahiran Escobar, membangun patung sang pemain untuk mengenangnya.

Sebagaimana dirilis liputan6.com dan detiksport, Kisah Pilu Andres Escobar tak berhenti disitu. Saat ini orang yang menghilangkan nyawanya telah bebas menghidup udara segar. Padahal sebelumnya pelaku didakwa kurungan 43 tahun. Entah bagaimana putusan bisa berubah, hukuman diringankan 32 tahun, sehingga Humberto mendekap di penjara hanya 11 tahun. Perlakuan yang dianggap tidak adil bagi pihak keluarga mendiang Escobar.

Nah Sobat Nimo, kalau kalian merasa adil gak nih atas hukuman yang diberikan untuk pembunuh Escobar?

Barangkali jalan hidupnya tidak beruntung seperti kebanyakan orang. Akan tetapi jasanya selama bertugas di lapangan hijau, tidak bisa dilupakan begitu saja. Kesalahan membuat gol bunuh diri, tidak pantas ditukar nyawa dengan alasan apapun. 

Dany Putra

Intuiting Introvert. Copy Writer. Winning Eleven Maniac era 99 - 2000-an. Menggemari Claudio Lopez & Fernando Torres.

Spesial untukmu...