Pengusaha-Pengusaha Asal Asia Tenggara Ini adalah Boss Klub Sepak Bola Eropa; Salah Satunya dari Indonesia!

Share

Halo Sobat Nimo!

Vincent Tan (Source: Tumblr)

Seperti yang sudah Sobat Nimo tahu, sepak bola dianggap sebagai cabang olahraga yang paling diminati oleh banyak orang. Bukan hanya sebagai permainan olahraga, tetapi juga sebagai bahan tontonan serta hiburan. Milyaran pasang mata yang begitu kecanduan menonton laga si kulit bundar ini, membuat puluhan sponsor dan stasiun televisi berebut untuk dapat ambil bagian dalam setiap pertandingan.

Inilah yang kemudian mendorong para pengusaha kaya untuk menginvestasikan dana yang mereka punya pada sepak bola. Ada yang berinvestasi hanya untuk mencari keuntungan semata, ada pula yang memang mencintai sepak bola dan ingin membuat perubahan pada klub yang dimilikinya. Para pengusaha ini pun datang dari berbagai penjuru dunia, seperti Sheikh Mansour dari Uni Emirat Arab, beliau adalah boss Manchester City, ada pula Roman Abramovich dari Rusia, yang mengakuisisi Chelsea sejak Juni 2003, hingga boss perusahaan minuman berenergi, Red Bull, yakni Dietrich Matheschitz, yang juga memiliki beberapa klub di Eropa.

Ternyata Sobat Nimo, ada beberapa pengusaha asal Asia Tenggara, yang pernah menjadi boss klub-klub sepak bola Eropa, lho! Siapa saja ya, mereka?

 

Vichai Srivaddhanaprabha

Vichai Srivaddhanaprabha (Source: The Times)

Pemilik perusahaan King Power asal Thailand ini, membeli saham klub Leicester City. Setelah menjadi presiden klub, Vichai mengganti nama stadion Leicester City menjadi King Power Stadium. Kemudian pada musim 2015/2016, Leicester secara mengejutkan berhasil menjuarai Premier League, mengalahkan klub-klub top seperti Manchester City, Chelsea, hingga Manchester United. Namun naas, pada tanggal 27 Oktober 2018, helikopter yang mengangkut dirinya jatuh di halaman stadion beberapa saat setelah lepas landas. Akhirnya sang anak, Aiyawatt Srivaddhanaprabha menjadi penerus dan presiden klub, menggantikan sang ayah.

 

Tony Fernandes

Tony Fernandes (Source: Sports Mole)

Boss maskapai penerbangan Airasia ini memilih untuk membeli klub Queens Park Rangers pada tahun 2011 silam. Pengusaha asal Malaysia ini rela mengeluarkan uang pribadi untuk membangun tim, dengan harapan agar tim yang dibelinya ini dapat bersaing dengan klub papan atas Liga Inggris. Namun pada kenyataannya, QPR tak kunjung mencetak prestasi. Parahnya, pada musim 2017/2018, QPR harus terdegradasi setelah mendapatkan hasil buruk sepanjang musim.

 

Vincent Tan

Vincent Tan (Source: Express)

Pemilik Berjaya Corporation Berhad asal negeri Jiran, Malaysia, ini, memutuskan untuk membeli Cardiff City dengan mahar sebesar 160-170 juta Poundsterling. Oleh karena ini, tak heran jika Sobat Nimo melihat logo Visit Malaysia di bagian sponsor utama jersey Cardiff City. Selain itu, klub asal Serbia, FK Sarajevo, telah dibelinya sejak tahun 2013. Kabarnya, FK Sarajevo akan tampil di Liga Champions musim depan lho, Sobat Nimo!

 

Peter Lim

Peter Lim (kanan) (Source: Marca)

Pengusaha yang satu ini adalah pemilik klub yang baru saja memenangkan Copa Del Rey setelah mengalahkan Barcelona, yakni Valencia. Klub ini resmi menjadi milik Peter Lim, setelah ia membeli mayoritas saham klub.

 

Erick Thohir

Erick Thohir (tengah) (Source: CNN Indonesia)

Nama pengusaha asal Indonesia yang satu ini mendadak terkenal setelah membeli mayoritas saham klub Inter Milan sebanyak 70% pada tahun 2013 dan menjadi presiden klub. Padahal sebelumnya, Erick Thohir dan rekan-rekannya baru saja membeli sebuah klub NBL, yakni Philadelphia 76ers, serta sebuah tim sepak bola yang berlaga di Liga Amerika, yaitu DC United. Kedua klub tersebut dibelinya pada tahun 2012. Namanya pun masuk ke dalam daftar teratas pemilik saham klub basket yang bernama Satria Muda, serta klub sepak bola asal Bandung, Persib. Kecintaannya terhadap olahraga dan bisnis sepertinya menjadi alasan Erick Thohir menjalankan keduanya secara bersamaan. Hal itu dibuktikan dengan kesuksesannya dalam mengambil alih beberapa klub ternama dan menjadi presiden klub tersebut.

Namun dilansir BBC.com, akhir tahun kemarin, Erick Thohir melepaskan 30% saham Inter Milan-nya dan menjualnya kepada Suning Holding Group. Ia pun menanggalkan jabatannya sebagai presiden klub. Langkah tersebut ia ambil setelah dirinya memutuskan untuk fokus menjadi ketua tim kampanye nasional salah satu pasangan calon Pemilu di Indonesia tahun 2019.

 

Itulah pengusaha-pengusaha asal Asia Tenggara, yang memutuskan untuk berinvestasi pada klub-klub sepak bola Eropa. Ada yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi tim, ada pula yang bertujuan untuk bisnis. Kira-kira kalau Sobat Nimo menjadi pengusaha kaya seperti mereka, klub sepak bola manakah yang akan Sobat Nimo beli?

Spesial untukmu...